Next Post

#METOO – AWAL MULA

Pink and Terracotta Collage Singles Awareness Valentine's Day Photo Collage

Penulis: Fitri Usman Ali

Pemerhati Gerakan Perempuan


AWN, (16/03/21) – You are not alone.

We see you, we hear you…

We’re here, too.

Itulah slogan #MeToo Movement yang pasti akan kamu jumpai jika membuka metoomvmt.org, situs yang didedikasikan bagi penyintas dan korban kekerasan seksual, juga bagi publik yang ingin berdonasi atau sekedar menambah wawasan terkait organisasi tersebut beserta program kerjanya.

Bagaimana Gerakan #MeToo bermula?

Tidak sedikit dari masyarakat yang baru mengenal #MeToo Movement saat viral di tahun 2017 karena digunakan oleh aktris Hollywood, Alyssa Milano. Milano berusaha bersuara untuk para korban kekerasan seksual, setelah tuduhan pelecehan dan penyerangan seksual yang menyeret produser Hollywood, Harvey Weinstein, tercium khalayak. Pada tanggal 16 Oktober 2017, Milano mengunggah “If you’ve been sexually harassed or assaulted write ‘me too’ as a reply to this tweet.” di laman Twitter. Tidak menunggu lama, sesaat setelah unggahan tersebut, media sosial dibanjiri cerita-cerita pengalaman pelecehan dan penyerangan seksual bertagar #MeToo. Saat itu juga, #MeToo berubah menjadi solusi untuk bersuara sekaligus sebagai gerakan solidaritas bagi para korban dan penyintas kekerasan seksual. Melansir dari The New York Times, hanya dalam waktu 24 jam, tagar populer tersebut telah dibagikan oleh 12 juta pengguna media sosial. Bukan hanya mendapat reaksi dan perhatian warganet di Twitter, tapi juga di Facebook, Snapchat dan platform lainnya, lalu efek bola saljunya menggelinding hingga ke berbagai negara.

 

Akan tetapi, kamu keliru jika menganggap Alyssa Milano sebagai pencetus awal #MeToo. Dialah Tarana J. Burke, sosok aktivis kemanusiaan yang bergerak dengan prinsip “empowerment through empathy”, yang merupakan inisiator sesungguhnya dari Gerakan MeToo. Tarana J. Burke telah mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan-kegiatan sosial selama kurang lebih 30 tahun. Pada suatu hari di tahun 1997 dalam sebuah kegiatan perkemahan pemuda di mana Burke menjadi pendamping, seorang gadis remaja berusia 13 tahun bernama Heaven (entah ini nama asli atau nama samaran) mendekati perempuan berhati mulia tersebut dan meminta untuk berbincang atau “curhat” secara pribadi. Heaven lalu menceritakan hal-hal yang dilakukan oleh pacar ibunya (yang ia anggap sebagai ayah tiri) pada tubuhnya. Burke yang menyimak curahan hati remaja putri malang itu hanya mampu terdiam membisu untuk beberapa saat. Burke merasa sangat sedih sekaligus marah hingga harus memotong cerita Heaven karena merasa tidak sanggup lagi mendengar semua duka yang dialami remaja tersebut. Burke langsung membawa Heaven ke bagian konseling agar dapat ditangani secara profesional. Kisah Heaven seolah menghantui Burke sekaligus meninggalkan rasa bersalah yang mendalam karena tidak dapat berbuat lebih untuk membantunya mendapatkan keadilan. Terinspirasi dari nestapa Heaven, Burke mendirikan organisasi nirlaba Just Be Inc. pada tahun 2006. Organisasi ini ia dedikasikan untuk membantu korban kekerasan seksual dari berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang warna kulitnya. Dan gerakan yang diinisiasinya itu diberi nama Me Too.

Bagi Tarana J. Burke, Gerakan Me Too lebih dari sekedar tagar, juga bukan aksi panjat sosial (pansos) untuk menjadi viral. #MeToo adalah komitmen untuk kemanusiaan dan keadilan, yang ia harapkan mampu mengubah pola pikir dan sudut pandang dunia terkait kejahatan seksual yang bisa menimpa siapa saja, pun pelakunya dari berbagai kalangan. Perjuangan Burke untuk menyerukan keadilan bagi para korban terus berlanjut hingga kini. Atas sumbangsih dan pengaruh positif yang berhasil ditularkannya ke dunia, Tarana J. Burke dinobatkan sebagai 2017 TIME Person of the Year sekaligus mendapatkan 2019 Sydney Peace Prize.

“Healing is not a destination, but a journey.” Tarana J. Burke

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News