Next Post

Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : Kemenparekraf Dorong Potensi Pariwisata Domestik

Wamen Parekraf Angela Tanoesudibjo

Jakarta,AWN (6/11/2020) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membidik pergerakan wisatawan nusantara, untuk memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk dilanda pandemi covid-19.

“Upaya ini didukung dengan kampanye wisata aman dengan protokol CHSE dan kampanye Indonesia Care,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Potensi wisatawan domestik dinilai besar. Jika menilik data pada 2018, Angela menjelaskan, sebanyak 9,5 juta wisatawan Indonesia bepergian keluar negeri. Dengan pengeluaran US$1.090 per keberangkatan per pax.

“Sehingga jika ditotal ada potensi US$10,35 miliar yang dapat dimanfaatkan jika masyarakat memilih melakukan perjalanan wisata di dalam negeri,” terang Angela.

Wamenparekraf juga berharap akselerasi dan strategi yang dilakukan melalui optimalisasi potensi wisatawan nusantara dapat memberi semangat baru bagi stakeholder pariwisata dalam meningkatkan kualitas.

Kepariwisataan diharap dapat meningkatkan devisa negara dengan signifikan, menciptakan lapangan kerja baru, serta membentuk value chain baru.

Dikatakan Wamen Angela bahwa kontraksi ekonomi yang terjadi secara global berdampak signifikan terhadap kinerja sektor pariwisata, termasuk Indonesia.

Untuk itu, Wamenparekraf menjelaskan pihaknya tengah berbenah guna mendorong bangkitnya kepariwisataan pascapandemi covid-19. Menurutnya, negara lain yang bertumpu pada pariwisata pun juga tengah melakukan hal serupa.

“Menurunnya pergerakan wisatawan, khususnya dari mancanegara menjadi momentum untuk melakukan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai daya tarik wisata,” tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) pun mencatat tingkat penghunian kamar atau TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2020 mencapai rata-rata 32,12% atau menurun 21,4 poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 53,52%.

“Jika dibandingkan TPK Agustus 2020 pun pada bulan September juga mengalami penurunan 0,81 poin,” terang Wamenparekraf.

Sementara untuk jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2020 mengalami penurunan 88,95% dibandingkan September 2019. Penurunan juga terjadi sebesar 5,94% jika dibandingkan bulan Agustus 2020.

Secara keseluruhan, BPS mencatatkan sepanjang Januari–September 2020 kunjungan wisman ke Tanah Air hanya sebanyak 3,56 juta kunjungan atau turun 70,5% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 12,10 juta kunjungan. (AWN)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News