Next Post

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah: Pelaksanaan Pilkada Harus Menaati Peraturan dan Protokol Kesehatan

Wagub NTB-Sitti-Rohmi-Djalilah

Mataram, Nusa Tenggara Barat, ABIM (16/9/2020) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan bahwa pelaksanaan pilkada di NTB harus tetap menaati aturan serta protokol kesehatan yang ketat.Hal ini disampaikan Wagub Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah dalam Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 pada tahapan Pilkada serentak tahun 2020, di Mapolda NTB, Senin (14/9/2020).

Wagub juga menyebut, berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19, pihaknya berharap jangan sampai terjadi klaster Pilkada. Menurut Wagub Rohmi, pada Pilkada tahun ini tidak diperbolehkan mengumpulkan orang banyak. Karena itulah seluruh bakal pasangan calon juga harus bisa mengatur dan mengendalikan simpatisannya untuk patuh terhadap protokol kesehatan. 

“Silahkan berkampanye, silahkan sampaikan visi-misi kepada masyarakat. Tapi taati aturan yang ada, seperti Perda, PKPU hingga undang-undang,” katanya.

Rohmi berujar pada masa pandemi ini, bakal pasangan calon kepala daerah bisa manfaatkan teknologi informasi atau melalui sosial media, atau rapat umum secara virtual untuk mempengaruhi pemilih. 

“Misalnya, bakal pasangan calon bisa berkampanye melalui media sosial Facebook dan Instagram. Atau dia menyampaikan gagasan dan visi-misi melalui media online dan berkampanye akbar secara virtual,” ujar Umi Rohmi memberikan saran. 

Saat ini, sambung Umi Rohmi, Perda Penanggulangan Penyakit Menular mulai ditegakkan. Tidak ada lagi negosiasi kepada orang yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Apalagi saat Pilkada nanti, semuanya harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada. 

“Memilih pemimpin itu sebuah keharusan. Tapi, menjaga diri dan keluarga menjadi sebuah kewajiban,” tutup Umi Rohmi. 

Sementara itu, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa, dalam waktu dekat seluruh bakal pasangan calon kepala daerah di NTB akan diundang oleh jajaran Forkopimda. Itu semua dilakukan demi berlangsungnya Pilkada dengan baik sekaligus aman dari potensi penyebaran virus. 

“Pilkada di zaman pandemi ini tidak hanya bicara beruntung atau tidak beruntung, tapi yang terpenting, kita pikirkan kesehatan masyarakat,” ungkap Jendral bintang dua tersebut. 

Kapolda menambahkan, siapapun yang melanggar protokol kesehatan di setiap tahapan Pilkada akan langsung ditindak, mulai dari sanksi administratif hingga pidana. 

“Kami tidak akan segan-segan memberlakukan sanksi kepada siapapun yang melanggar protokol kesehatan,” ucapnya.

“Kalau ada orang yang tau dirinya terpapar Covid-19, lalu sengaja datang ke acara Pilkada, kami langsung akan pidana,” kata Mohammad Iqbal dihadapan Wagub NTB Sitti Rohmi Djalillah. (AWN)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *