Next Post

Siap Sambut Analog switch-off (ASO), Wagub NTB: Tidak Ada Kata Tidak Siap Untuk Sesuatu Yang Lebih Baik

BIDANG IKP - THU, 18 NOV 2021

Mataram, AWN (18/11/2021) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Ummi Rohmi menegaskan bahwa Provinsi NTB siap untuk menyambut migrasi TV Analog ke TV Digital melalui proses Analog Switch-Off (ASO) yang akan dimulai pada tahun 2022 mendatang.

Pada acara Talk Show dengan Tema “Nusa Tenggara Barat Siap Analog Switch Off (ASO)” melalui aplikasi Zoom Meeting pada Kamis (18/11), Ummi Rohmi mengatakan bahwa “NTB Siap untuk analog switch off, tidak ada kata tidak siap untuk sesuatu yang menjadikan kita untuk lebih baik.”

Disamping itu, Ummi Rohmi juga menuturkan agar sosialisasi ASO kepada masyarakat harus terus digesa agar tidak terjadinya misskomunikasi. “PR kita semua untuk terus melakukan sosialisasi, karena masyarakat kita kalau kurang tersosialisasi dengan baik maka eksekusi menjadi terhambat karena misskomunikasi saja,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar), pada Pasal 72 angka 8 menyatakan bahwa migrasi penyiaran teresterial teknologi analog ke digital atau dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak diundangkan. Dengan begitu, maka migrasi TV analog ke digital itu paling lambat terjadi pada 02 November 2022.

Selain itu, Staff Khusus Menkominfot RI, Rosita Niken Widiastuti mengajak masyarakat untuk sama-sama migrasi dari TV Analog ke TV Digital. Ia menyampaikan bahwa “Jangan lupa untuk segera berpindah dari tv analog ke tv digital, karena kita akan memperoleh gambar yang bersih, jernih suaranya dan canggih teknologinya.”

Terlebih, keuntungan yang akan didapatkan oleh masyarakat dari sisi kualitas gambar yaitu jauh semakin berkualitas. Layanan televisi yang tersedia akan lebih bagus dan lebih interaktif dari yang sudah ada. Artinya, kualitas gambarnya akan lebih jernih dibandingkan menggunakan TV analog.

Hal tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat yang berada di berbagai pelosok di nusantara. Tiap orang bisa menikmati tayangan beranekaragam yang berkualitas dengan teknologi jernih dan canggih.

Dengan begitu, akan terjadi pemerataan siaran televisi berkualitas di seluruh daerah di dalam negeri. Jadi, masyarakat di pelosok dapat mengakses siaran televisi yang diakses oleh masyarakat yang berada di kota.

Lebih luas lagi, Analog Switch Off (ASO) tersebut akan menghilangkan interferensi ke negara tetangga. (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News

Depresi dan Pencegahannya