Next Post

Percepat Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender, KLHK Gelar Festival Gender 2021

SAVE_20210527_150614

Jakarta, AWN (27/5/2021) – Untuk mempercepat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Festival Gender KLHK 2021. Kegiatan ini juga merupakan upaya menciptakan inovasi, dan menjamin tersedianya faktor sumber daya manusia serta prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan PUG di lingkup KLHK.

“Dengan diselenggarakannya festival ini, saya harap KLHK dapat menjadi instansi yang responsif terhadap gender dalam bidangnya, dan layak menjadi tempat untuk belajar, serta menjadi contoh bagi pihak lain dalam percepatan pelaksanaan PUG,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya, saat membuka Festival Gender KLHK 2021 secara virtual di Jakarta, Selasa (25/5).

 

Menteri Siti menjelaskan, percepatan pelaksanaan PUG di KLHK, sangat dipengaruhi oleh inovasi serta kualitas sumber daya manusia, yaitu pimpinan, tenaga/karyawan atau pegawai yang memiliki kapasitas dan kemampuan terhadap pelaksanaan PUG di unitnya. Oleh karena itu, Pokja PUG KLHK terus mendorong pengimplementasian pengarusutamaan gender di level kebijakan, program dan kegiatan. Upaya lainnya yaitu dengan mendorong seluruh dokumen kebijakan menjadi dokumen yang memiliki perspektif gender yang jelas. Yang tidak kalah penting yaitu menyiapkan SDM yang memiliki pemahaman, pengalaman sekaligus kemampuan yang optimal terkait gender.

“Saya juga berharap kepada seluruh peserta Festival Gender untuk selalu berperan aktif, sehingga KLHK akan memiliki leaders dan champions yang mampu menciptakan inovasi dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender bidang lingkungan hidup dan kehutanan, terutama untuk mengurangi kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat yang diterima masyarakat akan sumber daya alam,” kata Menteri Siti.

Pelaksanaan Festival Gender KLHK Tahun 2021, selain sebagai bentuk inovasi percepatan pelaksanaan PUG, juga merupakan bentuk penguatan pijakan KLHK terhadap pemenuhan tujuh komponen kunci prasyarat PUG. Selain itu, pelaksanaan Festival Gender ini juga diharapkan mampu mengubah perspektif ASN KLHK yang masih netral gender menjadi nature gender.

“Gender harus menjadi perbincangan ASN KLHK secara baik, benar dan suka rela,” ungkap Menteri Siti.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Gender KLHK. Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi K/L dan Pemerintah.

Lebih lanjut, Menteri Bintang menegaskan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia termasuk perempuan telah diamanatkan dalam konstitusi UUD Tahun 1945 dan berbagai peraturan perundangan lainnya. Kesetaraan gender nyatanya memberikan manfaat tidak hanya bagi kelompok perempuan, tetapi juga bagi seluruh kelompok masyarakat.

“Bank Dunia menyatakan tidak ada satu negara ataupun komunitas yang mampu mencapai potensi maksimalnya dan melampaui tantangan pada abad ke-21 ini, tanpa partisipasi setara dan penuh dari perempuan dan laki-laki,” ujar Menteri Bintang.

Dengan diadakannya Festival Gender KLHK 2021, Menteri Bintang berharap komitmen KLHK dalam pelaksanaan PUG akan semakin kuat dan berkelanjutan. Berbagai inovasi dan terbentuknya para champion dan leaders, tentunya dapat menjadi sumber inspirasi bagi para pemangku kepentingan lainnya untuk menjadi sensitif gender dalam kerja-kerjanya.

Kegiatan yang dilaksanakan secara paralel dan terjadwal dari Mei sampai dengan November 2021 ini, bertema “Setara Bersama untuk Pembangunan yang Semakin Tangguh”, dibagi menjadi empat kegiatan utama. Pertama, Gender Leader Seminar (GLEADS) yang merupakan pertemuan bulanan yang akan dilaksanakan sebanyak 5-6 kali secara virtual melalui zoom meeting dari bulan Mei sampai dengan Oktober 2021. Diikuti oleh 35-40 peserta yaitu Pejabat Eselon II dan Kepala Balai yang dipilih oleh Pokja PUG KLHK. Peserta bergiliran menjadi pembicara dan inspirator serta bercerita tentang berbagai inisiatif pengarusutamaan gender di unit kerja masing-masing yang akan diperkaya oleh perspektif narasumber.

Kedua, Training for Ecogender Activation Hub (TEACH), merupakan kegiatan pembelajaran online melalui youtube dan zoom meeting, dengan jumlah peserta 1.000 orang pegawai KLHK perwakilan dari seluruh unit kerja Eselon II Pusat dan UPT dan mitra kerja KLHK. Peserta dibagi menjadi 5 (lima) kelas dan akan dilatih untuk melakukan creative thinking dan design thinking tentang pengarusutamaan gender dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Pada akhir proses pembelajaran, peserta merancang ide, inovasi dan aksi sederhana untuk mendukung inisiatif TEACH.

Ketiga, Gender Competition (GENERETION), merupakan penilaian pelaksanaan PUG yang akan dilaksanakan kepada seluruh Unit Kerja Pusat dan UPT. Penilaian tingkat daerah akan dilaksanakan oleh P3E di masing-masing regional. Unit Kerja yang memenuhi prasyarat pelaksanaan PUG dan inovasi dalam percepatan PUG akan mendapat penghargaan dari Menteri LHK.

Keempat, Pekan Ecogender dan Pelestarian Alam (PESTA), merupakan rangkaian acara penutup dari Festival Gender KLHK Tahun 2021, yang akan diramaikan dengan beberapa kegiatan yaitu: konser 7 ruang, webinar gender, pameran inovasi hasil peserta GLEADS dan TEACH dan acara puncak. Dalam acara puncak akan dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada peserta GLEADS dan TEACH terbaik, pemenang PENAPAK dan talskhow dengan tokoh nasional.(AWN) 

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *