Next Post

Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga dan Wapres Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar Hadiri Workshop Virtual Bersama (Iran-Indonesia) tentang Pemberdayaan Perempuan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi

Menteri Bintang - Tingkatkan Pembedayaan Perempuan Melalui Tik

Jakarta, AWN (14/10/2020) – Pandemi Covid-19 berdampak buruk pada sosial ekonomi bagi masyarakat khususnya kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan guna mendorong peningkatan dan pemberdayaan ekonomi perempuan akibat pandemi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat diperlukan. Oleh karena itu, Indonesia dan Iran melakukan kerja sama untuk saling bertukar praktik terbaik dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui TIK.

“Pandemi telah membatasi dunia fisik kita. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital bagi perempuan terutama perempuan prasejahtera sangat diperlukan oleh mereka sehingga mampu beradaptasi dan bertahan dalam situasi ini serta tetap terlindungi,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Workshop Virtual Bersama (Iran-Indonesia) tentang Pemberdayaan Perempuan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Perlindungan Anak di Dunia Maya (13/10) melalui daring.

Indonesia dan Iran memiliki kerja sama dan komitmen yang kuat untuk saling mendukung pembangunan dan kemajuan dikedua negara, termasuk dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam situasi pandemi Covid-19. Sebagai bentuk tindak lanjut atas komitmen tersebut, Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan workshop bersama Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kantor Wakil Presiden Perempuan dan Urusan Keluarga dan Kementerian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Workshop digelar mulai tanggal 13-14 Oktober 2020.

“Melalui berbagi informasi dan penyebaran praktik terbaik yang melandasi pertemuan ini, kami bertujuan memperkuat kapasitas kedua negara guna meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengakses dan memanfaatkan TIK untuk mengoptimalkan potensi mereka. Selain itu, kami berupaya untuk berbagi pembelajaran dalam memberikan mekanisme perlindungan anak dari kejahatan dunia maya,” jelas Menteri Bintang.

Hal serupa juga diungkap Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar. Menurutnya, pemberdayaan perempuan dalam TIK sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bagi perempuan. Menurut Masoumeh Ebtekar, penyediaan akses yang adil ke dunia maya atau internet telah memberikan peluang besar bagi pendidikan, pekerjaan, dan kemajuan budaya. Meski begitu tantangannya juga sangat beragam.

“Revolusi digital telah memberikan peluang bagi peningkatan kualitas hidup termasuk perempuan. Namun, di tingkat global kita masih menghadapi banyak tantangan termasuk kesenjangan digital khususnya kesenjangan gender atas akses terhadap literasi internet dan keterampilan di dunia maya, serta kejahatan dunia maya yang perlu kita tangani,” ujar Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Wanita dan Urusan Keluarga, Y.M. Dr. Masoumeh Ebtekar.

Dengan memanfaatkan TIK, Menteri Bintang mengatakan besar peluang bagi perempuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Peluang usaha melalui digital dinilai sangat potensial. Data menunjukkan bahwa sepanjang pandemi transaksi ritel online meningkat secara signifikan dari 4,7% menjadi 28,9% sementara transaksi offline turun dari 52,3% menjadi 28,9% (MarkPlus). Oleh karena itu menurut Menteri Bintang, akses dan kesempatan bagi perempuan terhadap digital harus dibuka lebar. 

“Dalam pemberdayaan ekonomi, penggunaan TIK sangat penting untuk memperluas pasar dengan lebih baik. Saya sangat yakin bahwa potensi perempuan tidak bisa dianggap remeh. 99,99 % dari bisnis di Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dengan lebih dari 50% dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Oleh karena itu, memastikan akses dan peluang yang setara bagi perempuan untuk mengembangkan potensi mereka sepenuhnya sangatlah penting,” ungkap Menteri Bintang.

Menteri Bintang menambahkan, Kemen PPPA telah mencatat sejumlah strategi utama bagi pengusaha perempuan untuk memperluas pasar mereka dengan lebih baik. Pertama dengan berinvestasi pada bidang TIK, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Sosial telah berkolaborasi dengan sejumlah sektor swasta untuk memfasilitasi literasi TIK dan pelatihan digital pengusaha perempuan. Kedua, membangun jaringan dan inovasi, dan ketiga mendapatkan akses terhadap literasi keuangan dan modal.

Di samping itu, Menteri Bintang menyampaikan pentingnya literasi dan pengawasan digital bagi anak terutama karena aktifitas anak saat ini banyak memanfaatkan TIK. Menteri Bintang juga menekankan perlunya perlindungan dunia maya bagi anak dari pornografi dan konten eksploitasi lainnya. 

“Dalam perlindungan anak dari kejahatan dunia maya, kami menyadari bahwa selama pandemi prevalensi kejahatan dunia maya dapat meningkat dikalangan anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh atau online. Oleh karena itu disarankan untuk dapat membatasi. Meskipun terobosan positif dihasilkan melalui kemudahan internet, kita perlu tetap waspada terhadap kelemahan yang mungkin berdampak bagi anak-anak kita,” tambah Menteri Bintang.
 
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia telah melakukan koordinasi dan sinergi lintas sektoral untuk memastikan bahwa perlindungan anak diprioritaskan melalui kebijakan dan penyediaan pusat layanan anak baik di tingkat nasional maupun daerah. Selain itu, melalui pelibatan lintas sektor, Kemen PPPA juga secara aktif melibatkan anak melalui Forum Anak, serta keluarga, masyarakat dan asosiasi profesi untuk kegiatan peningkatan kesadaran dalam perlindungan anak melalui program PATBM (perlindungan anak berbasis komunitas) dan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga).(AWN)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News