Next Post

Menteri PPPA Dorong Pemerintah Daerah Dampingi Pelatihan Kewirausahaan Kepada Perempuan

Siaran Pers Nomor B- 423SETMENHM.02.04112021

Semarang, AWN (10/11/2021) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam kunjungannya ke Pondok Boro, Kelurahan Trimulyo, Kota Semarang, beliau mendorong pemerintah daerah untuk memberi pendampingan bagi pelatihan kewirausahaan kepada perempuan, khususnya perempuan rentan dan prasejahtera agar mereka bisa memiliki keterampilan yang dapat menopang hidup mereka.

Menteri Bintang mengatakan bahwa “Konsep hulu hilir harus menjadi pertimbangan kita, terutama terkait market yang sedang diminati, itulah yang harus kita latih, sehingga aktivitas mereka tidak sia-sia dan bisa menjadi motivasi hidup.”

Sebelumnya, para penghuni Pondok Boro tinggal di lahan kosong yang dipenuhi dengan tumpukan sampah. Namun saat ini, terdapat 37 keluarga yang tinggal di Pondok Boro, termasuk didalamnya terdapat 14 perempuan kepala keluarga dan 61 anak, yang pada umumnya bekerja sebagai buruh pasar.

Lebih lanjut, Menteri Bintang mengungkapkan bahwa “Berbagai permasalahan satu demi satu telah terurai. Sebelumnya, ibu-ibu sekalian harus tinggal di tumpukan sampah, sekarang sudah disiapkan tempat. Kemudian ibu-ibu dan keluarga tidak mendapatkan pendampingan jaminan sosial karena tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil karena tidak memiliki nomor induk kependudukan, saat ini sedang dicarikan solusi oleh Pemerintah Kota Semarang. Kalau saya melihat dari data, banyak di antara penghuni yang bukan warga asli Semarang, tetapi tentunya tetap menjadi warga Indonesia yang berhak mendapatkan pendampingan bantuan jaminan sosial.”

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan, dengan direlokasinya para perempuan, anak, dan keluarga ke Pondok Boro diharapkan dapat memberikan kehidupan yang lebih layak, termasuk dalam hal pendidikan anak. Krisseptiana menyampaikan bahwa “Untuk pendidikan, anak-anak sudah dipindahkan ke sekolah yang baru. Ini yang menjadi tanggung jawab kita semua, antara kami Pemerintah Kota Semarang, dibantu juga dengan pihak ketiga. Keterlibatan berbagai pihak untuk supaya para ibu ini menjadi ibu yang mandiri dan berdaya, sehingga dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak yang baik.”

Disamping itu, Direktur Yayasan Anantaka, Tsaniatus Sholihah mengatakan bahwa terdapat berbagai permasalahan ketika seseorang tinggal di jalanan, terutama perempuan dan anak. “Kalau kita berbicara mengenai lima arahan Presiden, semuanya ada di mereka, bagaimana mereka menjadi korban kekerasan, pernikahan usia anak, mereka hamil di usia anak dan ada dari mereka adalah pekerja anak. Saat ini kami bergerak bersama, antara Lembaga Masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah, termasuk Dunia Usaha,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya ke Semarang, Menteri Bintang turut meresmikan Kebun Gizi pada Selasa (09/11) bersama dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Hasto Wardoyo. Kebun Gizi merupakan program berbasis masyarakat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan buah, sayur dan telur dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Menteri Bintang berharap, Rumah Gizi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mewujudkan anak-anak generasi penerus bangsa yang berkualitas. (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News

Depresi dan Pencegahannya