Next Post

Menteri Bintang : Sikap Optimis Dan Pikirkan Positif Dibutuhkan Untuk Bertahan Saat Pandemi

6b2c3-whatsapp-image-2021-08-20-at-15.32.17

 

‘’Krisis kesehatan ini memang panjang dan tidak dapat diprediksi. Yang perlu kita lakukan adalah senantiasa dapat beradaptasi dengan situasi baru. Sikap optimis, pikiran positif, dan perjuangan kolektif, tentunya sangat dibutuhkan untuk mempermudah jalan kita dalam melewati berbagai tantangan yang ditemui di depan. Selain itu, pandemi Covid-19 telah mengubah pola-pola kehidupan di masyarakat, bahkan membawa dampak yang tidak main-main. Krisis ekonomi dan kesehatan yang melanda hampir seluruh negara, termasuk Indonesia, nyatanya juga membawa sejumlah isu sosial di masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak selaku kelompok rentan. Berbagai krisis yang kita rasakan akibat pandemi ini sangatlah kompleks dan sifatnya multisektoral sehingga membutuhkan sinergi dan kerjasama yang kuat dari seluruh pihak,’’ujar Menteri Bintang dalam sambutannya pada kegiatan doa bersama melalui Gerakan Ibu Bangsa Berdoa.

 

Menteri Bintang mengapresiasi Doa Bersama yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) sebagai upaya bersama membantu pemerintah untuk mempercepat penyelesaian pandemi.

 

‘’Pandemi ini mungkin merupakan cara Tuhan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, serta mengingatkan kita akan arti persatuan. Saatnya kita mendekatkan diri pada Hyang Widhi melalui bakti dan doa, melalui penyebaran ajaran yang baik, melalui perbuatan yang baik maupun melalui keheningan, atau yang disebut dengan  Catur Marga. Kita perlu mengucap syukur atas kehidupan saat ini dengan tidak berpuas diri serta terus mawas bahwa begitu banyak tugas di dunia yang harus kita selesaikan. Mari kita menemukan kesejatian hidup dengan menghilangkan ke-aku-an. Tat Twam Asi. “Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku,’’ajak  Menteri Bintang.

 

Ketua Umum KOWANI , Giwo Rubianto Wiyogo mengungkapkan doa bersama ini merupakan salah satu kegiatan KOWANI lintas agama sebagai ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan bagi seluruh warga dan membantu menguatkan para tenaga kesehatan, keluarga yang kehilangan sanak saudara akibat Covid-19 serta membantu upaya pemerintah dalam mengentikan penyebaran virus.

 

Sementara itu, Ketua Umum WHDI, Rataya Kentjanawaty Suwisma menyatakan bahwa pandemi ini memberikan pelajaran yang berharga bagi masyarakat. ‘’Pandemi telah mengajarkan arti penting dari ilmu pengetahuan, kebersamaan, saling menjaga satu sama lain dan mendidik manusia untuk bersungguh-sungguh mengupayakan kebersihan diri agar tidak tertular virus Corona. Kita pribadi yang dewasa bisa mengelola bagaimana agar keluarga tidak terpapar,’’ungkap Rataya Kentjanawaty.

 

Saat ini yang harus terus dikampanyekan menurut Menteri Bintang adalah saling mengingatkan dan menerapkan protokol kesehatan; mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Pemerintah juga terus membangun sinergi, baik dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 maupun dengan berbagai kelompok, untuk melindungi masyarakat dengan sebaik-baiknya. Sosialiasi pengetahuan dan informasi terkait penanggulangan pandemi Covid-19 terus digelorakan sejalan dengan dikeluarkannya berbagai kebijakan dan program untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul baik di tingkat nasional hingga tingkat akar rumput,’’tutup Menteri Bintang.(AWN) 

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *