Next Post

Menteri Bintang: Aturan Sekolah Ramah Anak Harus Ditegakkan Oleh Pengelola Ponpes

Siaran Pers Nomor B-356SETMENHM.02.04092021

Jakarta, AWN (29/09/2021) – Beberapa kasus kekerasan di pesantren, baik fisik maupun seksual, akhir-akhir ini menjadi perhatian besar. Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak, termasuk pimpinan pondok pesantren, pemerintah daerah, masyarakat dan orang tua.

Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan bahwa “Semua lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, harus menjadi tempat yang aman bagi siswa atau santri dalam memperoleh pendidikan. Selain itu, beliau mengemukakan bahwa “Tidak ada lagi kasus kekerasan dalam bentuk apapun di pondok pesantren. Anak-anak ingin mendapatkan pendidikan yang terbaik, harus didukung dan dilaksanakan bersama.”

Menteri Bintang juga menegaskan bahwa pimpinan pondok pesantren harus menegakkan aturan sekolah ramah anak. Kekerasan dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan lagi sebagai relasi kuasa, baik dari senior maupun ustadz, musrif dan kyai/ pembina pesantren. Keterampilan pribadi, sosial, pedagogik dan teknis sebagai guru dan pendidik harus diajarkan di lingkungan pesantren.

Lebih lanjut, menteri Bintang juga berharap agar para orang tua mempersiapkan anak-anaknya memasuki pesantren, mempersiapkan anak untuk berinteraksi dengan dunia luar dan melindungi diri demi keberlangsungan pendidikan yang aman dan kondusif. “Kami ingin menyambut generasi penerus yang tangguh dan berkualitas menuju Indonesia emas 2045,” ujar Menteri Bintang.

Selain itu, Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA di Nahar mengatakan, kementerian PPPA telah menerbitkan Pedoman Pondok Pesantren Ramah Anak, Pedoman Sekolah Ramah Anak, dan Standar Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA). Nahar menegaskan, upaya besar-besaran akan dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren (pondok pesantren, madrasah, sekolah Katolik Kristen dan lain-lain). (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *