Next Post

Mensos Jelaskan Secara Detail Kewenangan Kemensos Yang Tidak Mencakup Kebijakan Penyerapan Telur

16351483968439

BLITAR, AWN (26/10/2021) – Menteri Sosial Tri Rismaharini menerima audiensi perwakilan Paguyuban Peternak Ayam Rakyat Nasional (PPRN) di tengah kesibukannya melakukan kegiatan ziarah dan pemeliharan kompleks Makam Bung Karno. Pertemuan tersebut guna memberikan penjelasan terkait keinginan para peternak ayam agar telur hasil ternak bisa diserap melalui program Kemensos.

Mensos Risma menyambut kehadiran para peternak ayam dengan tangan terbuka. Beliau memberikan penjelasan secara detail mengenai program Kemensos yang beririsan dengan bantuan pangan, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako. Penerima manfaat BPNT diberikan dalam bantuan pangan atau uang. 

Kemensos menempuh melalui jaringan e-warong yang tersebar di berbagai pelosok tanah air untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut. Menurut Mensos Risma, mekanisme e-warong mempunyai aturan tersendiri dan aturan tersebut tidak dibuat oleh Kemensos. 

Disamping itu, Mensos Risma berharap agar kondisi tersebut bisa dipahami oleh para peternak. Mereka juga diarahkan oleh Mensos Risma untuk membaca pedoman terkait keberadaan e-warong yang bisa diakses secara terbuka melalui situs-situs resmi pemerintah. Beliau mengatakan bahwa “Keberadaan e-warong sejauh ini ada aturan sendiri. Dimana aturan tersebut tidak dibuat oleh Kemensos. Ibu-ibu bisa membaca dan mempelajari sendiri pedoman terkait e-warong,” ujarnya di sela-sela kegiatan ziarah di Makam Bung Karno, di Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur (24/10)

Selain itu, ia juga mengingatkan jika dana bantuan sudah turun ke tangan penerima manfaat, maka mereka tidak bisa dipaksa membelanjakan uangnya untuk membeli telur. Karena hal tersebut menjadi hak sepenuhnya dari penerima manfaat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Mensos kembali menekankan kepada para peternak, kebijakan penyerapan telur tersebut bukan merupakan tugas dan fungsi (tusi) Kemensos. Sehingga sejauh ini, ia tidak bisa berbuat banyak. Namun, sekiranya hal tersebut berada pada tusi Kemensos, ia memastikan akan memperjuangkan dan membela kepentingan para peternak.

Beliau juga menambahkan bahwa “Jika kebijakan pembelian atau penyerapan telur tersebut ada di Kemensos, saya akan membelanya. Tapi ini tidak. Mosok sampean tego aku dipenjara karena menggunakan anggaran yang tidak tepat,” kata Mensos Risma.

Selain itu Mensos Risma juga menyampaikan bahwa di beberapa wilayah luar Jawa seperti Papua sudah tidak lagi mengambil telur dari Jawa. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah bisa beternak ayam dan mencukupi kebutuhannya sendiri.

Kondisi ini diharapkan Risma bisa dipahami oleh para peternak. Mereka harus bisa mencari alternatif lain untuk memasarkan telurnya. Salah satu alternatif yang disarankan Mensos, adalah menjajaki kebutuhan industri pembuatan makanan atau kue. “Terkait kondisi ini saya sempat ditelepon Pak Presiden. Saya sudah jelaskan bahwa masyarakat di Papua sudah bisa beternak dan berhasil sehingga tidak lagi mendatangkan dari daerah lain,” kata Mensos.

Menanggapi penjelasan Mensos Risma, Yessy Yuni pengurus PPRN mengaku puas. “Penjelasan dari Bu Risma sangat detail. Terima kasih Bu Mensos berkenan menerima kami. Nantinya akan kami sampaikan kepada teman-teman,” ujar Yessy Yuni. (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11

Recent News

Depresi dan Pencegahannya