Next Post

Menlu RI Retno Marsudi Terima Kunjungan Menlu Vanuatu Jotham Napat

menteri-luar-negeri-ri-retno-marsudi-lakukan-pertemuan-bilateral-dengan-menteri-luar-negeri-vanuatu-jotham-napat

Jakarta, AWN (21/6/2023) – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Vanuatu Jotham Napat. Pertemuan tersebut membahas kerja sama dalam bidang ekonomi hingga pembangunan.

Pertemuan bilateral ini berlangsung di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (16/6/2023). Retno Marsudi mengatakan kunjungan Menlu Napat menjadi hal penting dalam hubungan Indonesia dan Vanuatu.

“Vanuatu adalah salah satu mitra penting kami di Pasifik. Kunjungan Menteri Napat merupakan tonggak penting dalam hubungan bilateral kita,” ujar Menlu Retno dalam konferensi pers seusai pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, Retno menyambut baik rencana Vanuatu untuk membuka Kedutaan Besarnya di Indonesia. Retno mengatakan terdapat beberapa agenda yang akan ditindaklanjuti, salah satunya terkait rencana perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

“Dalam pertemuan tersebut, kami mengidentifikasi banyak agenda penting untuk ditindaklanjuti, termasuk rancangan perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas,” kata Retno.

Retno menuturkan terdapat tiga bidang kerja sama penting yang disorot selama pertemuan. Pertama, merupakan kerja sama ekonomi dengan komitmen memperkuat perdagangan dan meningkatkan ekspor Indonesia ke Vanuatu.

“Pertama, kerja sama ekonomi yang konkret yang bermanfaat bagi rakyat kita. Kami berkomitmen untuk memperkuat perdagangan dua arah kami dan kami siap untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Vanuatu, dan tentunya dukungan dari pemerintah Vanuatu akan diapresiasi,” kata Retno.

Selanjutnya adalah kerja sama dalam bidang pembangunan di negara-negara Pasifik, termasuk Vanuatu. Terakhir, dalam bidang kemitraan di Pasifik, sebab menurut Retno, Indonesia dan Vanuatu memiliki tantangan yang sama dalam perubahan iklim hingga maritim.

“Kedua, tentang kerja sama pembangunan. Saya tegaskan kembali komitmen kuat Indonesia untuk mendukung pembangunan di negara-negara Pasifik, termasuk Vanuatu. Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah mengintensifkan kerja sama pengembangan dan peningkatan kapasitas untuk Vanuatu, antara lain di bidang perikanan, kewirausahaan, dan aksi iklim,” ujar Retno.

“Ketiga, kemitraan di Pasifik. Menjadi negara Pasifik sendiri, Indonesia memiliki banyak tantangan yang sama, mulai dari perubahan iklim, bencana alam, hingga masalah maritim. Itulah mengapa kami memiliki visi Pacific Elevation agar kami dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama sebagai satu keluarga besar Pasifik. Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD) Desember lalu merupakan wujud dari visi tersebut. Itu menghasilkan banyak komitmen penting untuk mendukung negara-negara Pasifik,” sambungnya. (AWN)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

Recent News