Next Post

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa Kunjungi Setra Batik Tulugangung

A4DD20B5-D99A-4058-9083-78E69CD7E292

Surabaya, Jawa Timur, ABIM (14/9/2020) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para perajin batik mendaftarkan produknya ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI) guna mendorong serta menumbuhkembangkan semangat terus berkarya dan mencipta.

“Produk-produk desain batik semua bisa didaftarkan ke HKI supaya menjadi brand,” ujarnya di Surabaya, Senin (14/9/2020).

Kepada pemangku kebijakan yang membidangi UMKM dan ekonomi kreatif, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengimbau agar membantu para perajin batik untuk mendaftarkan produknya.

Gubernur Khofifah menyampaikan, saat ia berkunjung ke sentra batik di Tulungagung pada Minggu (13/9) terbukti ada kekayaan batik yang luar biasa dengan desain-desain kontemporer.

Menurut Gubernur Jatim, langkah tersebut bagian dari penguatan ekonomi kreatif sehingga perlu inovasi, kreativitas dan perbaikan.

Perajin batik, kata Khofifah, merupakan salah satu UMKM dari sekitar 9,78 juta UMKM di Jatim yang kini bahu-membahu menopang 54 persen pertumbuhan PDRB di provinsi setempat.

“Di Jatim pertumbuhan PDRB didukung oleh UMKM, lalu saat pandemi COVID-19, UMKM mengalami kelemahan sehingga saya mengajak semua agar bangga menggunakan buatan Indonesia, khususnya buatan Jatim,” katanya.

Pelaku UMKM di Jatim, lanjut dia, saat ini mendapatkan kuota sebesar Rp2 juta dari Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM).

“9,78 juta pelaku UMKM di Jatim sampai hari ini sudah mendapatkan kuota untuk Banpres PUM Rp1,8 juta, kemudian minggu lalu waktu rapat terbatas minta digenapkan Rp200 ribu sehingga nanti jadinya Rp2 juta,” tutur Khofifah.

Sementara itu, selain memantau produk batik di Tulungagung, mantan Menteri Sosial tersebut juga mengunjungi Pantai Klatak yang juga merupakan kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS).

Pantai Klatak merupakan jajaran pantai selatan dekat dengan Pantai Gemah dan Pantai Popoh yang namanya sama-sama sudah tidak asing bagi masyarakat.

Pantai Klatak merupakan salah satu destinasi wisata berbasis alam yang tak kalah eksotis dan sudah melakukan reaktivasi semenjak awal Juli 2020.

“Oleh Kemenparekraf diizinkan dibuka adalah wisata alam, dan Pantai Klatak punya alam luar biasa. Ini adalah area wisata yang sudah seharusnya untuk dibuka, namun tetap diberlakukan protokol kesehatan ketat terhadap pengunjung,” katanya.

Tak itu saja, Gubernur juga mengapresiasi empat desa wisata, yakni Desa Wisata Nglurup (Jurang Senggani), Desa Wisata Mulyosari, Desa Wisata Gambiran, dan Desa Wisata Sebalor.

Para pengeloa keempat desa wisata tersebut mendapat bantuan berupa alat-alat protokol kesehatan seperti, cairan pembersih tangan (hand sanitizer), alat pelindung wajah (face shield), alat pengukur suhu tubuh (thermal gun), tabung disinfektan, tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, serta masker.(ABIM)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *