Next Post

Dewi Asmara: Digitalisasi dan Teknologi Digital Tak Terpisahkan Dari Kerja-Kerja Parlemen

Anggota Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP-RI) Dewi Asmara

Senayan, Jakarta, AWN (29/09/2021) – Digitalisasi dan teknologi digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja parlemen, juga dalam pelaksanaan tugas berbagai komisi di DPR RI dan DPRD, serta kepanitiaan di DPD RI. Ini termasuk pada bidang pendidikan, kesehatan, komunikasi dan informasi, penegakan hukum, lingkungan, energi, dll., ungkap Anggota Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) Dewi Asmara saat menyampaikan sambutan Ketua CPPRI Diah Pitaloka di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/9/2021) pada acara workshop ‘Women in Tech: Kepemimpinan Perempuan di Era Digital’.

Selain itu, Dewi juga mengatakan bahwa “Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia dalam menguatkan peran dan kiprah perempuan parlemen, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang diemban anggota lembaga legislatif.

Lanjut Dewi, di era pandemi, disrupsi di dunia digital juga semakin cepat dan akan banyak mengubah cara kita memberikan pelayanan publik, menjalankan pemerintahan, dan menciptakan cara baru untuk memberdayakan masyarakat, termasuk kelompok perempuan.

 “Tren digitalisasi ini harus dimanfaatkan untuk benar-benar memaksimalkan kepentingan masyarakat, khususnya penetrasi Internet Indonesia pada akhir Maret 2021 dengan 76,8 persen dari total penduduk,” kata Komisioner IX DPR I.

Harapannya perempuan Anggota DPR secara khusus dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan semua fungsi yang dijalankan, baik fungsi legislasi maupun fungsi pengawasan dan perencanaan anggaran, melalui kegiatan ini.

Disamping itu, beliau juga berharap agar perempuan parlemen juga dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dengan mendampingi dan melaksanakan perencanaan program pembangunan dengan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dan digitalisasi serta sekaligus memasukkan perspektif pemberdayaan perempuan sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan yang mengandung prinsip no one left behind dapat diwujudkan. (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *