Next Post

Budidaya Hidroponik Disosialisasikan Pertamina Ke Lembaga Permasyarakatan Perempuan

Sejumlah peserta mengikuti kegiatan Sosialisasi Budidaya Hidroponik diperuntukkan untuk Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A

Palembang, AWN (07/10/2021) – Sosialisasi Budidaya Hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Palembang berlangsung pada Rabu 15 September 2021. Para peserta terlihat sangat fokus mendengarkan materi yang diberikan oleh Rahmawati, selaku narasumber yang berasal dari anggota kelompok hidroponik Kelurahan Mariana binaan Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel Integrated Terminal Palembang.

Pada tahun 2021, Pertamina Patra Niaga Region Sumbagsel Integrated Terminal Palembang melaksanakan sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu GERTAS (Gerakan Wanita Tanam Sayuran). Program tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan, guna mengurangi angka stunting di Palembang dari pembagian makanan sehat untuk balita stunting.

Sementara itu, Program tersebut beranggotakan kelompok hidroponik yang berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang dan kelompok hidroponik Kelurahan Mariana. Perwakilan anggota kelompok hidroponik Mariana memberikan sosialisasi dan sharing session mengenai Budidaya Hidroponik kepada para anggota kelompok hidroponik Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palembang guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok.

Salah satu peserta sosialisasi dan pelatihan Budidaya Hidroponik tersebut mengatakan bahwa “Sangat bersyukur dengan adanya program dari Pertamina yang telah memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru mengenai budidaya hidroponik dan pembuatan makanan sehat dari hasil panen hidroponiknya. Ilmu ini juga dapat kami manfaatkan nantinya untuk meningkatkan perekonomian kami selepas masa tahanan kami berakhir,” kata Raihan.

Disisi lain, apabila mengacu pada Sustainable Development Goals (SDGs) program ini mendukung tujuan ke-2 pada indikator 2.4.1 yakni “penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan” sebesar 0,315 HA dan pada indikator 2.2.1 yaitu “Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah lima tahun/balita serta manula” sebesar 0,00903 persen. (AWN/sw)

asiawomennews

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *